Death Note, Obsesi Sang Dewa Kematian

Tinggalkan komentar

17 Januari 2015 oleh Mr. Eno

Light, tokoh utama sekaligus pemilik Death Note

Light, tokoh utama sekaligus pemilik Death Note

Pernah bermimpi menghabisi semua penjahat di dunia? Rasanya sangat idealis, tetapi tentu saja mustahil. Walau begitu, nampaknya hal itulah yang menjadi impian dari Light alias Kira, seorang pelajar terpintar di Jepang.

Sebagai seorang pelajar yang cenderung tertutup, Light selalu bermimpi membangun dunia baru, dimana tidak ada tempat sejengkalpun untuk penjahat. Bak gayung bersambut, impian itu seolah-olah berpindah dari alam bawah sadar Light ke genggaman tangannya, saat Death Note milik Ryuk tak sengaja ia temukan.

Death Note adalah sebuah buku ajaib milik Ryuk, yang tak ubahnya seperti kitab penentu kehidupan. Ini karena, pemilik dari Death Note memiliki kemampuan untuk membunuh siapa saja asal ia menuliskan nama si korban di lembaran buku tersebut. Walau begitu ada syarat yang mutlak harus dipenuhi, agar si korban yang ditulis namanya benar-benar meregang nyawa. Syarat itu adalah, si penulis harus membayangkan wajah si korban saat ia menulis nama korban. Inilah yang menyebabkan Death Note tidak akan pernah salah membunuh, walau ada orang lain yang memiliki nama yang sama persis.

Ryuk sendiri adalah seorang Shinigami, pemilik asli Death Note. Karena Death Note-nya telah ‘diambil’ oleh Light, maka ia harus mengikuti kemanapun Light pergi. Dari sinilah penonton dibuat untuk menyelami karakter Light si pemiliki anyar Death Note, melalui interaksinya dengan Shinigami Ryuk.

Begitu menyadari kekuatan maha dahsyat dari Death Note, Light mulai membangun dunia impiannya. Ia menuliskan nama para penjahat yang disiarkan di televisi. Satu persatu penjahat itu mati terkena serangan jantung. Masyarakat Jepangpun akhirnya menyadari adanya sosok tak terlihat yang sedang bekerja ‘membereskan’ para penjahat itu, termasuk para penjahat yang tidak mampu disentuh aparat kepolisian.

Oleh pers, Light yang tak terlihat akhirnya mendapat sebutan baru, Kira. Dalam bahasa Jepang, Kira berarti pembunuh. Bersamaan dengan itu, mulai muncul kelompok-kelompok yang memuja Kira alias Light secara fanatik.

Semua terlihat mudah bagi Light pada awalnya, sampai muncullah L alias Ryuzaki, seorang detektif internasional yang sangat disegani. L tidak pernah memunculkan diri, sampai ia akhirnya harus berhadapan dengan Light, pelajar terpandai di Jepang sekaligus pemilik Death Note.

Film ini, walau dalam format kartun, tetapi bisa dibilang jauh dari mainstream lucu, ringan dan menghibur. Dengan mengambil genre Detective Story, film Death Note menyuguhkan sebuah alur yang cerdas dengan kejutan di sana-sini. Hal inilah justru yang membuat penonton yang memang benar-benar berjiwa detektif ataupun yang tertarik dengan dunia kriminalitas, menjadi kecanduan.

Kejutan terbesar adalah ketika L alias Ryuzaki ternyata telah mengetahui identitas dari Kira. Analisis yang luar biasa dari detektif muda yang hobi mengkonsumsi penganan manis ini mampu membongkar lapisan dinding yang dibangun oleh Light untuk menyembunyikan identitasnya sebagai Kira. Pertarungan dua sosok jeniuspun dimulai.

Kejutan lainnya, ternyata ayah Light, yang adalah kepala kepolisian Jepang, sampai ia meninggal, tidak mengetahui anaknya adalah Kira, sosok yang ia buru bersama tim khusus kepolisian yang dibentuk olehnya dan L. Hubungan emosional antara ayah dan anak ini jugalah yang membuat film ini apik dan benar-benar layak untuk ditonton. Light yang sangat cerdik dan cenderung licik, mampu memanfaatkan sekaligus mempermainkan perasaan sang Ayah.

Light dan Misa

Light dan Misa

Dalam hal mempermainkan perasaan, Light nampaknya semakin lama semakin pintar. Ia mampu mengkombinasikan pembawaannya yang tenang, wajahnya yang tampan dan kecerdikannya yang luar biasa untuk memanipulasi hubungannya dengan beberapa wanita. Semakin lama, Light semakin melenceng dari tujuan awalnya. Bukan lagi hanya membunuh penjahat, Light si Kira juga mulai menghabisi satu persatu penghalangnya.

Film ini semakin menarik dengan munculnya banyak tokoh baru, dengan karakter dan latar belakang yang beragam. Tokoh-tokoh itu mampu merajut cerita yang cerkas dan renyah, sehingga walau penuh dengan tokoh, tetapi film ini tidak pernah membuat bosan. Apalagi ternyata bukan hanya Ryuk satu-satunya Shinigami yang diceritakan di sini. Di tengah ceria, muncul pula seorang Shinigami lainnya yang turut meramaikan perjuangan Light dalam membangun dunia impiannya.

Sayangnya, ending dari film ini  cenderung kurang tegas, jika dibanding dengan bagian awal maupun tengahnya. Penulis kurang mampu memberikan akhir yang menggigit, walau ada satu adegan dramatis yang justru terasa dipaksakan. Tapi secara umum, ini adalah film kartun genre detektif terbaik menurut Situs Hitam.

Untuk menikmati film ini, silahkan download di Youtube atau melalui Indowebster. Atau sudah pernah menontonnya? Punya pendapat lain? Silahkan tinggalkan komentar anda, sebelum Kira menuliskan nama anda di Death Note.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Kategori

Statistik Blog

  • 9.639 hit
%d blogger menyukai ini: